Rabu, 11 Januari 2012

TKI Salah Pengertian



Seperti telah kita ketahui bahwa tenaga-tenaga kerja yang berada di Arab Saudi sebagian besar berasal dari Indonesia, ada yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga, ada pula yang bekerja sebagai sopir pribadi dan lain sebagainya.  

Sebut saja Janikun (Nama Samaran) adalah salah satu TKI yang berasal dari Indonesia. Janikun merasa bahwa lapangan kerja di negeri sendiri sangat sulit, ditambah lagi dengan pendidikan yang tergolong rendah akan semakin sulit mencari lapang pekerjaan di negerinya. Dengan alasan seperti itu Janikun nekad mendaftar ke agen tenaga kerja dan berangkat ke Arab Saudi. Sesampainya di negeri Real tersebut Janikun dismbut oleh majikannya yang bernama Mansyur. Tuan Mansyur sendiri sebetulnya tergolong majikan yang baik, membayar gaji dengan tepat, tidak galak, apalagi suka menyiksa dengan menggosokkan setrika di tubuhnya seperti yang diberitakan di televisi-televisi, akan tetapi pada suatu hari tuan Mansyur marah besar terhadap Janikun, ceritanya seperti ini :  

Pagi itu Janikun mencuci mobil majikannya dengan bernyanyi kecil, tiba tiba dikejutkan oleh tuan Mansyur sang majikannya.
  • Tuan Mansyur…….Shobahal Khoir (selamat pagi)
  •  
  • Janikun……...........Shobahal Khoir (selamat pagi) sambil menundukkan kepala,  karena memang diajarkan oleh pelatih waktu di penampungan harus menunduk dan sopan ketika tuannya sedang bicara, oleh karena itu Janikun dengan bekal bahasa Arab yang pas-pasan mencoba untuk bercakap dengan sopan.
  • Tuan Mansyur…….Yarji lii ilassuuk (antar saya ke pasar)
  •  
  • Janikun…...........….Na’am ya sayyidi (ya tuan) dengan logat Indonesianya
Maka berangkatlah tuan Mansyur dan Janikun ke pasar, tiba-tiba di tengah perjalanan ada sebongkah batu yang menghalangi perjalanan Tuan Mansyur dan Janikun.
  • Tuan Mansyur…….Ya Janikun Hajar (Hei Janikun Batu)
  • Janikun tanpa pikir panjang si batu tersebut ditabraknya hingga mobil yang mereka tumpangi hancur  rusak parah. 
       
Sontak saja Tuan Mansyur marah besar karena maksud dari Tuan Mansyur yaitu mengingatkan bahwa di depan ada sebongkah batu. Akan tetapi karena salah pengertian, yang ditangkap Janikun yaitu Ya Janikun Hajar (hei Janikun hajar/tabrak aja batu itu) dikiranya si batu itu disuruh hajar aja ditabrak, maka si batu tersebut dihajarnya atau ditabrak hingga mobil yang mereka tumpangi hampir rusak parah dan hampir mencelakai tuannya. 

    Sejak kejadian tersebut seketika itu juga dipecat dan dipulangkan ke Indonesia.
    Dan sejak kejadian itu juga Janikun menyadari bahwa kerja di negeri orang tidaklah cukup dengan modal nekad saja, akan tetapi harus didukung dengan ilmu bahasa yang cukup, skil yang memandai dan lain-lain.

    He he he

    2 komentar:

    Janikun-janikun, makanya belajar dulu bahasa Arab...!

    he he he...!

    Posting Komentar

    Silahkan berkomentar yang membangun dan penuh inspirasi :

     
    back to top