Jumat, 25 Januari 2013

Gadis Desa

Pada suatu hari datanglah dari desa seorang ibu bersama anak gadisnya, sebut saja Menes yang masih di bawah umur. Ibunya yang dihimpit kemiskinan terpaksa bekerja menjadi seorang pembantu di sebuah perusahaan sapu ijuk rumahan (Home Industry). Maksud dari si ibu tersebut membawa putrinya sekalian ingin memohon kepada majikannya untuk ikut bekerja di kerajinan sapu ijuk tersebut.

Singkat cerita, Menes si gadis kecil nan imut tersebut di terima sebagai karyawan di pabrik sapu ijuk tersebut, hari demi hari, minggu demi minggu dan tahun demi tahun Menes bekerja dengan baik dan lancar di perusahaan home industry sapu ijuk tersebut, akan tetapi entah kenapa, setelah menginjak tahun ke 3 si Menes minta berhenti untuk jadi karyawan : 

Menes    : Pak aku mau berhenti saja menjadi karyawan! 

Bos         : Emang kenapa? Kamukan kerja bagus dan rajin,
                 apa kurang gajihnya? 

Menes    : Enggak pak, gajih gak masalah udah cukup! 

Bos         : Apa kamu ada tawaran untuk kerja di tempat lain? 

Menes    : Enggak juga pak! 

Bos         : Terus apa dong yang membuat kamu ingin berhenti? 

Menes    : Begini pak, coba bapak lihat (sambil buka CDnya) ini
                 pasti gara-gara saya kelamaan bekerja membuat sapu
                 ijuk,  sekarang ijuknya pada nempel di bagian sini
                 pak…! 

Bos         : Oooh ituuu??? Kemudian si bos menerangkan dengan
                 bijaksana : 
                 Begini Menes, kalau itu bukan karena kamu kelamaan
                 bekerja membuat sapu ijuk, itu sudah alami kalau orang
                 sudah menginjak usia dewasa akan tumbuh rambut di 
                 bagian itu, kamu jangan takut, bapak juga sama kalau
                 gak percaya coba lihat nih (sambil buka CDnya)…! 

Menes    : Haaaaah (Si Menes kaget) tuuuh kan, bapak malah lebih
                 parah...! 

Bos         : Lebih parah gimana??? 

Menes    : Bapak bukan hanya ijuknya yang nempel di bagian itu, 
                 bapak malah lebih parah karena gagangnya sudah
                 nempel juga, pasti lama-lama gagangnya nambah
                 panjang pak…! 

Bos         : Ngek???











2 komentar:

Wah parah nih..
Koplak habis sob..Whahaaa..
Gokil..hehe..

dari pada nunggu kelamaan,langsung tancap aja.hahahaa...,gokil abiz......
di tunggu kunjugnan baliknya www.alternatifmasadepanpras.blogspot.com

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang membangun dan penuh inspirasi :

 
back to top